Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Foto pada gambar adalah ruang fragmen 4: Monumen. Menceritakan kurun waktu 1957-1965 sebagai masa-masa yang tidak kenal lelah bagi Friedrich Silaban. Ia menangani puluhan bangunan institusional penting Indonesia. Kesempatan itu juga ia manfaatkan untuk mengembangkan bahasa bentuk arsitektur modern yang tanggap terhadap iklim tropis; matahari dan hujan serta angin. Dalam bahasa itu, ia menegaskan wajah wibawa negara dengan kolom-kolom beton yang menjulang tinggi.
| Penulis / Penanggung Jawab | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org; Foto: William Sutanto |
|---|---|
| Penerbit | 7-24 November 2017 |
| Tahun Terbit | 2017 |