Kumpulan Arsip Fragmen 3

Kumpulan Arsip Fragmen 3

Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Foto-foto perkembangan pekerjaan pembangunan Masjid Istiqlal ketika mulai memasuki tahap finishing, Agustus 1973; Menjelang penyelesaian proyek (pertengahan 1975), pengelola proyek Masjid Istiqlal menemui kesulitan karena perhitungan honor bagi PT Indah Karya – pihak yang bertanggungjawab untuk menggambar rencana konstruksi sipil – tidak lagi memadai. Keempat pihak – Friedrich Silaban (arsitek), PT Virama Karya (gambar arsitektur), Roosseno Soerjoehadikoesoemo (insinyur konstruksi/ sipil), PT Indah Karya (gambar konstruksi/ sipil) – dibayar dalam satu paket pembayaran yang didasarkan pada persentase dari nilai anggaran. Kebetulan Roosseno sebagai perencana konstruksi sudah hampir tidak aktif karena telah mengerjakan tugas-tugasnya di awal proses. Roosseno mengambil inisiatif dengan mengundurkan diri dan memberikan persentase honorariumnya kepada PT Indah Karya; Surat dari Proyek Lanjutan Pembangunan Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban, kepada Sekretariat Negara untuk menolak permintaan melakukan melapis selasar utama (yang akan dilalui oleh Presiden Soeharto) karena pertimbangan pemeliharaan.

Penulis / Penanggung Jawab Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org
Penerbit 14 September 2017
Tahun Terbit 2017